TELKOM

Posted: by S'mangat-VanX in


Sejarah Telkom

Tahun 1975 merupakan awal perjalanan usaha PT Infomedia Nusantara menjadi perusahaan pertama penyedia layanan informasi telepon di Indonesia. Di bawah subdivisi Elnusa GTDI dari anak perusahaan Pertamina, Infomedia telah menerbitkan Buku Petunjuk Telepon Telkom Yellow Pages.
Perkembangan yang tercatat selanjutnya adalah berdirinya PT Elnusa Yellow Pages di tahun 1984 yang berubah nama di tahun 1995 menjadi PT Infomedia Nusantara pada saat PT Telkom Tbk menanamkan investasi. Untuk mendukung implementasi Good Coorporate Governance dalam setiap aspek kegiatan perusahaan, Infomedia telah mengeluarkan kebijakan pedoman tata kelola perusahaan di tahun 2008.
Pada tanggal 30 Juni 2009 PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) melalui PT Multimedia Nusantara (Metra), anak perusahaan yang 99,99% milik Telkom (selanjutnya disebut Telkom Group) telah menandatangani Shares Sales & Purchase Agreement (SPA) untuk membeli 49% saham PT Infomedia Nusantara (Infomedia) milik PT Elnusa Tbk (Elnusa), sehingga 100% saham PT Infomedia Nusantara telah dimiliki oleh Telkom Group.

Saat ini, Infomedia, sesuai dengan visinya menjadi penyedia jasa layanan informasi yang utama dikawasan regional telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan visi tersebut dengan mengoptimalkan kompetensi untuk mengambil opportunity dalam pengembangan bisnis kedepan melalui transformasi bisnis dari 3 Pilar Bisnis ( Layanan Direktori, Layanan Contact Center dan Layanan Konten ) menuju Layanan Outsourcing atau Business Process Outsourcing ( BPO ) dan Layanan Konten Digital atau Digital Rich Content ( DRC ).

Layanan Outsourcing atau Business Process Outsourcing (BPO) didefinisikan sebagai  bisnis penyediaan jasa alih-daya (outsourcing) oleh pihak ketiga bagi perusahaan untuk satu atau beberapa fungsi bisnis dalam jangka panjang (multi year contract). Bisnis Layanan Outsourcing (BPO) yang telah dijalani Infomedia saat ini berbasis layanan voice yaitu Layanan Contact Center baik untuk inbound maupun outbound dan non voice seperti direct mail dan web development. Namun saat iniInfomedia telah membagi bisnis Layanan Outsourcing (BPO) kedepannya dalam empat kelompok berdasarkan basis layanan yaitu: Contact Center Services, HR Services, IT Services dan Direct Mail.

Sedangkan pengembangan bisnis Layanan Konten Digital (DRC) didasarkan oleh semakin berkembangnya kebutuhan informasi yang semakin cepat dan mobile, perubahan gaya hidup   dan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Infomedia membagi bisnis DRC dalam 3 bagian, yaitu; printed (Yellow Pages, White Pages & Special Directory ) , mobile (mobile application, SMS)dan online (online ad, e-commerce, membership).
Keseluruhan produk dan layanan Infomedia merupakan komitmen perusahaan dalam memberikan solusi layanan informasi dan komunikasi yang prima bagi customer dan masyarakat di Indonesia.


1997   PT Multimedia Nusantara (Metra) didirikan di Jakarta, Indonesia pada tanggal 28 Mei 1997; bisnis utama pada Pay TV sampai 2007 yang dialihkan ke Indonusa

2003    Diambil alih 100% sepenuhnya oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada bulan Mei 2003

2004    Mengelola bisnis kartu prabayar berbasis switch sejak 1 Januari 2004 sampai akhir 2008 Mengelola kartu prabayar berbasis VOIP sebagai reseller dari Telkom sejak 1 Maret 2004

2005    Mengelola bisnis data komunikasi  (VSAT) sejak Mei 2005

2006    Bersama dengan PT Mekar Prana Indah (MPI) mendirikan PT Finnet dengan 60% dimiliki Metra

2008    Mendapat setoran modal dari Telkom sebesar hampir Rp 420 milyar.
Mengakuisisi 80% saham PT Sigma Cipta Caraka (Sigma) pada Februari 2008.
Membeli 1,25% saham PT Indonusa Telemedia (Telkomvision) pada Juli 2008.
Mendirikan strategic business unit, MetraSat, untuk mengelola bisnis VSAT.

2009    Mendirikan perusahaan di bidang portal, PT Metra-net pada Mei 2009.
Mengakuisisi49% saham di PT Infomedia Nusantara (“Infomedia”) pada Juni 2009.
Mengelola berbagai portofolio pada adjacent industry telekomunikasi sebagai strategic guidance holding company. Dengan memposisikan diri sebagai perusahaan multimedia terkemuka di Indonesia saat ini, Metra telah menjadi salah satu pilar bisnis di TelkomGroup.


Surabaya (ANTARA News) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Divisi Flexi berencana meluncurkan layanan akses data berkecepatan tinggi menggunakan teknologi "Evolution Data Only" (EvDO) pada Oktober 2011.

"Persiapan sudah dilakukan dan perangkat pendukung EvDO dijadwalkan sudah datang pada Oktober," kata General Manajer Pelayanan Jaringan Telkom Flexi Area Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, I Ketut Budi Utama, di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan, sebelum peluncuran resmi Evdo, pihaknya sudah melakukan uji coba teknologi tersebut dengan memasang pada sekitar 15 titik hotspot Flexinet di Surabaya.

Teknologi yang rencananya diluncurkan Telkom Flexi adalah "EvDO Rev-A" yang mampu melayani akses internet dengan kecepatan hingga 3,2 Mbps dan "EvDO Rev-B" dengan kecepatan akses hingga mencapai 5,1 Mbps.
"Dengan layanan Evdo, pengguna Flexinet akan semakin nyaman mengakses internet. Tentu tarif layanan ini tidak sama dengan Flexinet," tambah Ketut Budi.

Selain penyiapan jaringan, Telkom Flexi juga menggandeng beberapa vendor besar, seperti ZTE, Huawei dan HTC untuk menyediakan perangkat pendukung, seperti ponsel pintar (smartphone) berbasis Android dan modem.

General Manajer Komersial Telkom Flexi Area Jatim, Bali dan Nusra, Suparwiyanto, menambahkan, pihaknya telah menyiapkan kartu perdana yang kompatibel dengan teknologi Evdo tersebut.

"Untuk pelanggan Flexi lama bisa melakukan `up grade` kartu untuk mendapatkan layanan ini dan prosesnya juga cepat," katanya.

Untuk tarif penggunaan layanan akses data Evdo, Suparwiyanto mengatakan, sampai saat ini masih belum diputuskan. "Yang jelas lebih tinggi dari tarif Flexinet, tapi juga tidak mahal," tambahnya.

Saat ini, pelanggan Flexi yang menggunakan akses data Flexinet tanpa batas (unlimited) dikenai tarif harian Rp2.500, mingguan Rp15.000 dan bulanan Rp50.000.

Suparwiyanto optimistis peluncuran Evdo akan semakin mendongkrak pertumbuhan pengguna layanan akses data, karena kecepatan aksesnya yang cukup tinggi.

Hingga kini, dari sekitar 19 juta pelanggan Flexi secara nasional, lebih kurang 3,5 juta di antaranya menggunakan layanan data. Khusus untuk wilayah Jatim, Bali dan Nusra, pengguna akses data sekitar 15 juta.

"Pengguna akses data secara nasional tumbuh dua kali lipat dibanding 2010. Sementara khusus wilayah Jatim, Bali dan Nusra, pertumbuhannya sudah mencapai lima kali lipat," ujarnya.


http://112malpekanbaru.blogspot.com/ By.randy-widy